Pernah nggak, kamu disuruh ibu atau adikmu: “Tolong beliin gorengan di depan, ya”?
Kamu pasti langsung paham. Jalan ke warung, pilih yang masih hangat, bayar, pulang. Nggak ada yang perlu dijelasin panjang lebar.
Sekarang bayangin yang disuruh bukan kamu, tapi robot yang baru keluar dari kardus. Kalimat sesingkat tadi bikin dia bengong. Gorengan itu yang mana? Warungnya di mana? Uangnya dari mana? Beli berapa?
Nah, itu komputer. Dan ini sebenarnya rahasia terbesar ngoding:
Komputer itu bodoh, tapi patuh banget.
Komputer cepat, tapi nggak punya akal sehat
Kelihatannya komputer itu pintar. Dia bisa memutar video, menghitung jutaan angka dalam sekejap, dan nyari foto di antara ribuan foto.
Tapi sebenarnya dia cuma sangat cepat dan sangat patuh. Dia nggak bisa menebak maksudmu. Dia nggak punya akal sehat yang bilang, “Eh, kayaknya bos salah ngomong deh.” Apa pun yang kamu tulis, dia kerjakan persis seperti itu, tanpa nambah dan tanpa protes.
Kabar baiknya: karena dia patuh, kalau instruksimu benar, hasilnya pasti benar. Berapa kali pun diulang, secepat apa pun.
Program = daftar instruksi berurutan
Kumpulan instruksi yang kamu tulis untuk komputer itu namanya ProgramKumpulan instruksi berurutan yang dijalankan komputer untuk mengerjakan sesuatu.Penjelasan lengkap →. WhatsApp, game di HP, kalkulator, semuanya program. Dan tulisan instruksinya sendiri kita sebut KodeTulisan berisi instruksi untuk komputer, ditulis dalam bahasa pemrograman.Penjelasan lengkap →. Jadi “ngoding” itu artinya sesederhana: menulis kode, alias menulis instruksi untuk komputer.
Cara paling gampang membayangkannya: resep masakan. Coba lihat resep mie rebus ini:
- Isi panci dengan air, taruh di atas kompor.
- Nyalakan kompor, tunggu air mendidih.
- Masukkan mie, tunggu 3 menit.
- Matikan kompor, tuang ke mangkuk.
- Masukkan bumbu, aduk.
Perhatikan dua hal. Pertama, urutannya penting. Kalau langkah 2 dan 3 ditukar, mie-mu masuk ke air dingin dan jadi lembek nggak jelas. Kedua, tiap langkah harus jelas. Nggak ada langkah “masak mie secukupnya”.
Kamu sebagai manusia punya akal sehat. Kalau resep lupa nulis “isi panci dengan air”, kamu bakal nyadar sendiri, “Lho, pancinya kosong.” Komputer nggak. Dia bakal dengan patuh menyalakan kompor di bawah panci kosong.
Balik lagi ke adik yang beli gorengan
Biar komputer (atau robot tadi) bisa beli gorengan, instruksinya harus ditulis begini:
- Ambil uang Rp 10.000 dari laci.
- Jalan ke warung di ujung gang.
- Bilang ke penjual: “Bang, bakwan lima ribu.”
- Tunggu sampai bakwannya dibungkus.
- Serahkan uang, terima kembalian.
- Jalan pulang, taruh bungkusnya di meja.
Panjang, ya? Memang. Tapi itulah bahasa komputer: detail, berurutan, dan nggak ada yang disembunyikan.
Sekarang lihat kalau ada satu langkah yang salah. Misalnya langkah 1 terlewat. Robotmu sampai di warung, bilang “bakwan lima ribu”, lalu bengong di depan penjual karena nggak bawa uang. Atau langkah 5 ditaruh sebelum langkah 3: dia bayar dulu ke penjual yang belum tahu mau beli apa.
Robotnya nggak salah. Instruksinya yang salah. Kesalahan semacam ini di dunia ngoding punya nama: BugKesalahan di dalam kode yang membuat program berjalan nggak sesuai harapan.Penjelasan lengkap →. Nanti kamu bakal ketemu bug berkali-kali (semua programmer begitu, bahkan yang sudah belasan tahun), dan itu normal banget. Di Bab 7 kita belajar cara mencarinya pelan-pelan.
Instruksi nggak harus lurus terus
Satu hal lagi biar kamu nggak kaget nanti. Program nggak selalu daftar lurus dari atas ke bawah. Kadang instruksinya bercabang dan kadang berulang, sama seperti kehidupan sehari-hari:
- Bercabang: “Kalau warungnya tutup, pergi ke warung sebelah.”
- Berulang: “Ulangi terus sampai bakwan yang dibungkus sudah lima.”
Dua jenis ini nanti ketemu lagi di Bab 5 dan Bab 6, dengan nama yang lebih resmi. Isinya sama persis, cuma ditulis pakai bahasa yang dimengerti komputer.
Terus, gimana cara nulisnya?
Nah, ini masalah berikutnya. Komputer jelas nggak ngerti kalimat “Bang, bakwan lima ribu” kalau ditulis dalam bahasa Indonesia biasa. Tulisan kita harus diubah dulu jadi sesuatu yang bisa dibaca mesin.
Bagaimana caranya teks yang kita ketik bisa berubah jadi aplikasi yang bisa diklik? Itu yang bakal kita bongkar di Bab 2.
Yang barusan kamu pelajari
- Komputer itu cepat dan patuh, tapi nggak punya akal sehat. Dia menjalankan persis apa yang kamu tulis, bukan apa yang kamu maksud.
- Program adalah daftar instruksi berurutan. Menulis instruksi itu disebut menulis kode, alias ngoding.
- Urutan penting dan tiap langkah harus jelas, seperti resep masakan atau menyuruh adik beli gorengan.
- Instruksi yang salah atau kelewat menghasilkan bug. Itu hal biasa yang dialami semua programmer.